INFO JURUSAN



STATISTIK PENGUNJUNG
  • Pengunjung : 272880 user
  • IP Address : 54.225.54.120
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :

Agrotourism in ASEAN - Kuliah Dosen Tamu Dr. Weerapon Thongma dari Maejo University
Senin, 14 November 2016

Dalam rangka kunjungannya ke UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Weeraporn Thongma dari Maejo University Chiang Mai, Thailand memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian. Kuliah yang sangat menarik dengan topik "Agrotourism in ASEAN" ini dilaksanakan 8 November 2016 diikuti oleh para mahasiswa dan dosen. Dalam kuliahnya, Dr. Weerapon menyampaikan betapa potensi pariwisata di Thailand maupun Indonesia adalah sangat besar. Namun demikian, destinasi wisata yang saat ini telah dikenal oleh para pelancong mancanegara lebih banyak berupa obyek wisata alam dan sejarah. Dalam perkembangannya, para wisatawan banyak yang tertarik untuk mengunjungi obyek wisata yang berbasis participatory tourism - para wisatawan tidak hanya datang berkunjung dan melihat-lihat obyek wisata, tetapi terlibat aktif mengikuti kegiatan yang dipersiapkan untuk mereka di tempat wisata tersebut. Tidak jarang kepada wisatawan jenis ini dikutip biaya yang lumayan tinggi, dan seringkali lebih mahal daripada kunjungan wisata di tempat biasa.

Salah satu obyek yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata semacam ini adalah destinasi wisata agrotourisms. Beberapa aktivitas terkait bidang pertanian dalam arti luas telah dikembangkan di Thailand. Pengembangan agrotourisme menjadi semakin besar manfaatnya manakala dikaitkan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat (community empowerment). Agrotourisme dapat dijadikan kegiatan penggerak perekonomian masyarakat sekitar. Dr. Weerapon menyampaikan bahwa agar pengembangan agrotourisme berhasil mengangkat perekonomian masyarakat dan kawasan, ada 4 (empat) kuncinya, yaitu: participation, learning process, benefit sharing, dan transparency. Masyarakat harus digugah partisipasinya dalam agrotourisme tersebut, jangan hanya sebagai penonton. Mereka diajak bersama-sama dalam merencanakan program tersebut. Dengan demikian mereka bisa belajar bagaimana mengembangkan program agrotourisms sesuai dengan potensi yang ada di lokasi setempat. Mereka merasa memiliki program tersebut dan dapat mengembangkan lebih lanjut mengikuti perkembangan waktu. Selanjutnya untuk keberlanjutan, diperlukan pembagian keuntungan yang adil dan transparan antar para pelaku dan pengelola program dan kegiatan. Hanya dengan terjaminnya keempat hal tersebut maka program agrotourisme benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar dan dapat diharapkan sebagai penggerak perekonomian masyarakat.

@p